Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

pentingnya Belajar dan kembali kepada tuntunan agama serta membangun pondasi ilmiah dalam belajar

 DiSarikan dari kuliah miftahul ilmi oleh Al-Ustadz Dzulqarnain M.Sanusi 

penulis : Al-Faqiir Abu Abdillah Jeki ibn Hamdi .SH.I

Ini adalah pertemuan pertama dan muqoddimah dalam membahas kitab manzumah mimi yang mana kitab ini Adalah karya Syaikh Hâfizh bin Ahmad Al-Hakamiy rahimahullâh yang memuat seputar wasiat dan adab ilmiah, ini merupakan kitab pertama yang dibahas dalam rangkaian Kuliah Mafatihul 'Ilm yang diselenggarakan di Masjid Al-Muhajirin Wal Anshar Depok dan Masjid As-Sunnah Makassar.

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

 

 إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيأت أعمالنا من يهده لله فلا مضللة ومن يضلل فلا هادي له.

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريكله وأشهد أن محمد الدرسوله

 

Maasyaril ikwah dan akhwat rahimakumullah ini adalah awal pertemuan kita dipendahuluan kuliah mafatiih al-ilmi , kuliah tentang kunci-kunci ilmu. Sebelum kita masuk ke materi yang pertama yang akan dikaji hari ini , ini adalah pertemuan khusus terkait dengan kegiatan dan program untuk kuliah ini.

Al-ikwah dan al-akhwat rahimani wa rahimakumullah diketahui tentang pentingnya belajar kembali kepada tuntunan agama didalam menghadapi setiap masalah didalam kehidupan, maka selalu diperlukan oleh setiap muslim dan muslimah didalam kehidupannya hal yang menjadi pijakannya selalu menjadi lentera membimbingnya dan memberikan keamanan dan penjagaan untuk dirinya dari segala permasalahan ffitnah dan ujian2 yang sudah merupakan ketentuan didalam kehidupan maka ilmu agama kembali kepada agama itu adlah solusi syari didalam hal tersebut, apalagi ada sisi kewajiabn atas setiap muslim dan muslimah didalam hal tersebut.

Yaitu disini ada beberapa hal yang perlu saya ingatkan :

1.     Terkait dengan masalah pentingnya seorang mengenal dari kunci2 ilmu itu. Yang kita bahas dari program ini sebanyak 25 kitab selain dari pada pembahasan bahasa arab yang tentunya kalau dihitung dengan bahasa arabnya ada 26 kitab, ini berisi kunci untuk semua bidang ilmu dan ilmu itu ikwah fillah dan akwat rahimani wa rahimakumullah terbagi dua : ada yang fardhu ain untuk dipelajari dan ada yang fardhu kifayah.

Fardhu ain / wajib ain itu artinya wajib atas setiap muslim dan muslimah untuk mempelajarinya, tidak diizinkan dia jahil didalam hal tersebut bahkan dia mesti untuk mengangkat dari kewajibannya yang dengannya dia akan dimudahkan ketika menghadapi kondisi dirinya diberbagai hal yang memang mesti dijalani oleh setiap muslim dan muslimah . kita ada kondisi yang setiap orang pasti menghadapi satu disakaratul maut , setiap jiwa pasti akan meninggal كل نفس ذائقة الموت ثم إلينا ترجعون

Setiap jiwa akan mati dan kepada kamilah kalian semua akan dikembalikan.”

Pada saat sakratul maut khusnul khotimah adalah seorang berucap laa illaha illallah sebagaimana dalam hadist muadz bin jabal radhiallahuanhu rasulullah shalallahu alaihi wasaalam bersabda : من آخر كلامه لا إله إلا لله دخل الجنة

" barangsiapa yang akhir perkataannya laa ilaha illallah maka masuk surga”.

Bagaimana dia berucap laillah illah bersyahadat kalau dia tidak mempelajari apa itu laa ilaha illah kadar dari ilmu wajib untuk dipelajari . dialam kubur ditanya dengan tiga pertanyaan maa robbuka ( siapa robb yang engkau ibadahi)?, man nabiyuka/ siapa nabi mu atau man hadza ladzi ursila ilaika, wama dinuka apa agamamu. Ini kewajiban ,semua menjawab sesuai dengan apa yang dia pelajari, dia yakini dan dia amalakan karna itu dalam sebuah riwayat ada orang yang ditanya dengan pertanyaaan – pertanyaan ini, dia berkata saya tidak tahu saya hanya mendengar manusia berucap sesuatu maka saya juga ikut- ikutan mengucapkannya, tidak bermanfaat apa yang dia ucapkan sebab ini berkaitan dengan fardhu ain kewajiban dia sendiri dan perlu dipelajari bagaiman seorang mengenal Allah yang dia ibadahi , perlu dia kenal siapa robbnya , bagaimana dia mengenal Allah dengan apa dia mengetahuinya bagaimana dia beribadah kepada Allah subhana wata’ala, selainnya dari pembahasan2 didalam mengenal Allah subhana wata’ala, demikikan juga dia wajib mengenal Rasulullah saw siapa beliau, apa kewajiban nya terhadap Rasulullah demikian pula dia wajib mengenal dari agamanya padahal ia merupakan fardhu ain terhadap dirinya, ada kewajibannya sehari semalam mesti dia tegakkkan seperti sholat lima waktu, kalau puasa ramadhan dia punya kewajiban puasa kalau punya harta dia punya kewajiban zakat, haji, apabila dia masuk   ke bidang tertentu misalnya anggaplah seorang berbisnis misalnya maka wajib dia memperlajari hal-hal seputar riba supaya dia tidak membuat hal yang diharamkan ditengah manusi maka ini kadar dari ilmu yang fardhu ain yang wajib dia pelajari dann ini semuanya hal yang dipertanyakann kita harus bersiap dengan nya , dihari kiamat juga sepertti itu Allah subhana wata’ala bersumpah فَوَرَبِّكَ لَنَسْأَلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (92عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ (93)

Artinya :“ demi robbmu wahai nabi muhammad sungguh kami akan bertanya kepada manusia2 itu semuanya tentang apa yang mereka kerjakan.

Apa yang mereka kerjakan ini ditafsirkan oleh al-imam abu aliyah sebagaimana yang disebutkan oleh ibnu jarir at-thobari dan disinggung  dibeberapa tempato leh imam ibnu qoyyim kemudian dia berkata : amma kaanu ya’budun waamma ajaabu bihil mursalin : mereka akan ditanya apa yang mereka ibadi dan mereka akan ditanya bagaimana menjawab dakwah para nabi dan Rasul. Dan ini penafsiran abu aliyah dari fiqh para ulama salaf memahami ayat2 mereka tafsirkan ayat ini disurah al-hijr dengan ayat yang lainnya didlalam alquran karna disurah al-qososh Allah subhana wata’ala menjelaskan dua hal terkait dengan hari kiamat yang pertama Allah berfirman :

 ويوم يناديهم فيقول أين شركائي الذين كنتم تزعمون

“ ketika Allah memanggil mereka yaitu manusia pada hari kiamat kemudian Allah berfirman dimanakah sekutu2 yang kalian sangka sebagai tandingan bagiku, yakni ditanya tentang kemurnian ibadah , orang yang berbuat kesyirikan itu akan ditanyai .

Pertanyaan yang kedua masih didalam surah itu juga dibeberapa ayat setelahnya :

وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ مَاذَا أَجَبْتُمُ الْمُرْسَلِينَ (65)

“dan ketika Allah subhana wata’ala emmanggil mereka pada hari kiamat “ bagaimana kalian menjawab para Rasul”.

Maka ini ada kadar kewajiban, ia, manusia dicipta untuk sebuah hikmah diterangkan dalam al-quran surah adzariat 85 :  “ tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku”. Ada kadar kewajiban beribadah dan bertauhid akan dipertanyakan sebagaimana dia hidup didunia ini tidak dibiarkan begitu saja tanpa ada hisab tanpa ada perhitungan

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ (115)

"Artinya :apa kalian menyangka kami menciptakan kalian sia2 dan kalian tidak akan kembali kepada kami?.

Jadi ini kadar kewajiban mesti dipelajari, diprogram ini dari buku2 yang kita kaji insyallahu ta’ala terdapat penjelasan dari kunci2 ilmu yang menutupi seluruh kadar kewajiban itu , apabila dipelajari maka itu adalah tahap awal yang menutupi dari kewajibannya, kita ada sepuluh buku dari program ini , sepuluh buku ini saya beri judul tersendiri silsilah akidah yang menyelamatkan dari api neraka"سلسلة العقيدة التى تنجي من النار"   ia.karna disepuluh buku ini pemaparan apa saja dari keyakinan yang wajib dipelajari , ia , sebagaimana dari program ini juga ada kadar kewajiban yang mesti kita pelajari dari amalan hati, itu ada dibuku2 akidah yang kita terangkan dan ada juga satu mandzumah khusus منظومة السير إلى الله والدار الأخرة  karya syaikh abdarahman bin nashir as’sadi itu ada kadar dari kewajiban dari pembahasan sebagaimana seorang itu dia wajib mempelajari ,dia wajib membaca al-quran dengan bacaan yang benar , dan ini walaupun eee seorang bisa belajar tersendiri juga diprogram ini ada satu buku dalam pembahasan tadjiwd sebagaimana pembahasan fiqh juga ada satu buku fiqh penjelasan tentang fiqh dan hukum2 yang perlu dikenal, dan ada dipembahasan adab dan akhlak bagi yang juga mesti dipelajari, disini kadang banyak yang keliru , dia sangka mempelajari adab dan akhlak itu hanya penyempurna saja bukan kadar yang wajib dan ini keliru ya, iya, sehingga kadang ada sebagian orang yang ditegur terhadap sebagian perbuatannya owh gak ada maslah , itukan urusan akhlak yang penting akhlaknya salafi, ini tidak kenal dari manhaj salafi, jalan as-salaf itu mencakup segala hal, akidag, dakwah,akhlak, dan selainnya, dan dari akhlak , adab itu ada kadar yang wajib dan ada kadar yang merupakan penyempurna, dan kita akan kaji nanti pada materi khusus disitu madzumah al-adab kita akan bahas yang jelas buku2 ini adalah semuanya dasar2 , dan tentunya dalam memilih buku2 yang diajarkan ini perlu pengalaman , perlu pengetahuan terhadap kandungan terhadap buku itu dan perlu pemahaman isi terhadap buku2 tersebut dan memang program ini secara khusus , judul2 materi yang kita kaji didalam program itu saya sudah ajukan keguru kami assyaikh al-alamah sholih bin abdillah al-fauzan hafidzahullah dan beliau sudah menganggap cukup untuk program ini, sebagaimana juga saya tanyakan tentang10 buku akidah yang menyelamatkan dari api neraka, saya katakan kepada beliau apakah 10 buku ini sudah cukup dianggap sebagai akidah yang menyelamatkan dari api neraka kata beliau ia sudah cukup. Jadi pilihan2 diatas program ini, buku2 yg dikaji dan diajarkan itu ada pertimbangan2 dari sisi ilmiyah dan insyallahu ta’ala kita perlu atas hal tersebut maka dengan program ini dari manfaat besar yang ingin kita petik adalah kita ingin mengangkat kewajiban dari diri kita,

2.     Didalam kandungan dari buku2 ini terdapat kaidah2 penting yang merupakan ee solusi untuk segala masalah yang menimpa umat, terdapat penyelamat dari pintu2 fitnah, sebab seorang apabila tidak berpegang dengan ilmu agama yang benar maka ini akan menjatuhkannya kedalam berbagai permaslahan , akan meyeretnya ikut bersama derasnya gelombang finah ,ia,. Tapi kalau ia punya pijakan2 yang kuat , ada hal yang ia pegang , ada perkara yang membimbingnya, ada sesuatu yang mengingatkannya, kalau ia keliru atau alpa ada yang menegurnya maka ini semua keindahan dari mempelajari ilmu agama, ia. Kemudian dari sifat program ini juga sisi penting kita dikuliah mafaatih al-ilmi ini kunci2 ilmu , ini adalah bentuk dari attasil alilmi/ bagaimana seseorang itu mengakarkan, membuat pondasi ilmiyah yang kuat terhadap dirinya, karna siapa yang mengambil ilmu itu dari sumber yang benar ,siapa yang mengambil ilmu tersebut dari jalan yang telah dijalani oleh para ulama maka ia akan mapan diatas ilmu , akan tegar diatas jalan, oleh itu kata sebagian ulama : من أخذ من معاني العلم إن ضابط

“siapa yang mengambil dari maain , dari mata air ilmu maka dia akan stabil, dia akan tetap ,dia akan lurus,

ومن أخذ من محيط العلم اضطرب

"dan siapa yang mengambil dari lautan ilmu maka dia akan goncang, tidak tetap, semua kalau dilihat lautannya ilmu, lautannya ilmu itu banyak,tidak bisa ,dia kumpul semuanya maka dia harus pilih dari ilmu itu kadar yang paling bagusnya, dia ambil inti sarinya, dia ambil dari pokok2nya,dasar2nya, pondasi yang membangun dasar ilmiyah didalamnya dan inilah maanil ilmi namanya, adapun dia mengambil dari berbagai sudut maka ini bukan jalan yang benar, walaupun ada yang dia dapat dari faidah tapi tidak membentuk sebuah bangunan ilmiyah dari dirinya,ibarat seorang yang membangun rumah mulai dari pondasi, kan begitu, bangun dulu pondasinya,sudah benar pondasinya ,sudah bagus baru dibangun diatasnya,seperti itu, kondisinya seperti itu seorang dalam belajar,maka dia wajib memiliki dari kadar ilmu yang membuat dirinya itu teguh dan kuat diatas pondasi ilmu,kata syaikhul islam ibnu taimiyah rahimahullahu ta’ala, :

قال شيخ الإسلام ابن تيميّة رحمه الله

 (لابُدّ أن يكون مع الإنسان أصولٌ كليّةٌ يردُّ إليها الجزيئاتِ؛ ليتكلم بعلمٍ وعدلٍ. ثم يعرفُ الجزئياتِ كيف وقعتْ، وإلّا فيبقى في كذبٍ وجهلٍ في الجزئيات، وجهلٍ وظلمٍ في الكليّات؛ فيتولّدُ فسادٌ عظيم). (منهاج السنة)(٥/ ٨٣).

Artinya : wajib bersama manusia itu dia memiliki ushul kuliyah ( dasar2 kuliyah ) yang universal bia mencakup seluruh pembahasan , dimana dia jika sudah mempunyai pondasi dasar ini maka yang cabang – cabang itu dia kembalikan kesitu, iya.

Kenapa ? supaya ia berbicara dengan ilmu dan keadilan. Kalau orang berbicara ilmu , adil dalam bersikap, itu pasti , pembicaraan dan sikpa – sikapnya dibangun diatas kaidah – kaidah, dibangun diatas pondasi – pondasi ilmu, iya.jadi dia mesti memiliki ushul kuliya, perkara – perkara cabang dikembalikan kesitu nanti setelah itu barulah dia mengenal perkara – perkara cabang ini bagaimana terjadi nya , itu ada rinciannya nanti, karna itu pintu penjelasan ilmu sebagaimana yang dikatakan oleh zarkasi :

 قال الزركشي : والحكيم إذا أراد التعليم لا بد أن يجمع بين بيانَين: إجمالي تتشوَّف إليه النفوس، وتفصيلي تسكن إليه" ( "المنثور في القواعد" 1: 66،65، )

Seorang yang bijaksana apabila dia ingin belajar, ingin mengajar maka ia harus mengumpulkan dua bentuk penjelasan , yang pertama penjelasan yang bersifat global sehingga jiwa itu rindu untuk mempelajarinya, setelah itu ia menjelaskan secara rinci yang membuat jiwa itu tenang.

Jadi jika ia telah mempunyai kaidah – kaidah pokok jaid ia sudah punya dasar – dasar yang universal , begitu ia ingin masuk kerincian maka itu akan memudahkan nya memahami rincian secara tepat.

Karena itu perlu belajar yang benar, perlu seorang itu mengambil ilmu yang benar dan itu yang disebut dengan nama at-ta’sil alilmi, seorang mengambil ilmu itu yang kecil sebelum yang besar dan inilah sifat ar-robbaniin yang disebutkan oleh ibn abbas :

فقال: العالم الرباني هو الذي يعلم الناس صغار العلم قبل كباره.

Orang yang mengajari kepada manusia ilmu yang kecil sebelum ilmu yang besar.

Dan tasiilil ilmi itu adalah seorang mengambil dari dasar – dasar ilmiyah ini yang kita basahasakan sebagai kunci – kunci ilmu , dia mengambil dari dasar – dasar ilmiyah yang mengumpulkan inti dari ilmu yang dipelajari.

Nah inilah makna mengambil dari mata airnya ketika seseorang belajar dan itulah yang paling pokoknya karna jika ia mengambil dari luasnya, lautannya maka ia akan terombang – ambing, tapi kalau ia mengambil dari dasarnya , dari mata airnya dia akan santai, dia selalu mengambil dari sumbernya dan tidak mungkin seseorang mengumpulkan seluruh ilmu. Dan dikatakan ole seorang penyair :  ilmu itu tidak akan didapatkan seluruhnya oleh seorang saja sekalipun ia belajar selama seribu tahun, maka dari itu ambillah darinya yang paling indah dan paling baiknya.

Maka disini termasuk keliru jika datang seorang penuntut ilmu dia belum bangun pondasi – pondasinya secara benar belum mengambil dari kunci – kunci ilmu lalu mengambil yang besar. Ilmu itu diambil mulai dari yang kecil maka dari itu sebagaian salaf mengatakan : طعام الكبار صم للصغار

Makanan orang besar racun bagi anak kecil.

Coba jika ayam panggang dikasihkan kebayi maka itu akan menjadi penyakit bagi bayi tersebbut.

Maka dari itu bagi seorang yang ingin belajar maka ia harus memiliki dari kaidah – kaidah ushul kuliyah yang menyebabkan ia memiliki pondasi dan dasar.

Kemudian dari sisi yang lain untuk nantinya dari program ini, ketika seseorang telah mengenal ushul kuliyah lalu ia masuk mengenal cabang – cabangnya, ya kita diprogram – programnya bukan membahas diushulnya saja tapi juga masuk kecabang – cabangnya secara ringkas beserta dalil – dalilnya, itu yang diperlukan karna meluas dalam pembahasan itu adalah tingkatan lain, seseorang tentutnya bertingkat – tingkat dalam belajar karna itu imam ibnu qudamah beliau menulis empat buku dalam fiqh , dan ini kata sebagain masyaikh , ulama dimasa ini atau syaikh abdu rozzaq afifi ,seakan -  akan ibnu qudamah ini beliau menulis 4buku itu yang pertama untuk tingkat sd ke2 tingkat smp ke3 tingkat sma dan yang satu tingkat perkuliahan.

Buku pertama beliau bernama umdatul fiqh yang didalamnya mengumpulkan kesimpulan fiqh diatas satu pendapat saja lalu disimpulkan seluruh bab fiqh, kemudian yang ke2 namanya al-muqni’ didalamnya juga terdapat kesimpulan dari fiqh tetapi sudah ada pendapat yang ke2 dan buku yang ke3 adalah al-kaafi didalam nya sudah terdapat seluruh pendapat mazhab imam ahmad,lengkap didalamnya dan kitab yang ke4 adalah al-mugni didalamnya membahas mazhab imam ahmad dan dibandingkan dengan mazhab yang lainnya.maka begitu metode para ulama didalam mengajarkan,jadi kalau seorang ingin belajar harus diawal pokok – pokok kuliah kalau tidak maka dia akan berada dalam kedustaaan dan kejahilan dalam masalah – masalah cabang dan dia berada dalam kejahialan dan kedxoliman dalam kuliyat maka lahirlah kerusakan yang besar dan ini lah yang sekarang tampak. Banyak sekarang kerusakan yang muncul dari bidah – bidah dalam agama, sembarangan dalam bicara, sehingga merusak akal, merusak jiwa, yang menjadi sebab pertumpahan darah, menjadi sebab kerusakan, ini semua lahir karna orang – orang yang berbicara tentang ilmu tapi tidak mengambil ilmu secara benar. Sehingga ada orang yang melakukan kudeta atas nama agama,ada yang mengajak manusia untuk menumpahkan darah, melakukan peledakan dan pengobaman dan sebagainya ini karna belajarnya tidak benar.

Maka perlu belajar yang bagus dan benar karna itu yang mengobati, dan apabila seorang telah belajar yang benar maka seorang akan mengenal keindahan islam,akan membuat kehidupannya menjadi tenang dan sejuk. Ketika ada fitnah ia tahu sebab terjadinya fitnah itu apa dan ia punya solusi dari hal tersebut karna ia telah ada pijakan dari ilmu yang telah dipelajari.

Kemudia dari program ini disebut dengan nama kuliah maka ia terikat dengan suatu pembelajaran yang rutin maka didalam program ini sebagaimana yang telah diumumkan bagi kawan – kawan yang ikut dalam program dan nama – namanya tercatat oleh panitia dan tentunya bagi siapa yang ingin ikut walaupun tidak masuk  dalam program karna ia juga majlis ummu, hanya saja kita mengarahkan kepada yang lebih baik karna didalam program ini akan ada ujian dan pertanyaan yang bisa ia kerjakan baik ofline maupun online jadi tidak menyibukan karna itu mengambil waktu yang kita semua bisa.jadi ada kelonggaran dan biasanyanya disabtu dan ahad ada kelonggaran bagi siapa yang ingin serius dalam hal ini dan insyallah kita ada kajian khusus tentang keutamaan dari ilmu terkait dengan masalah keutamaan ilmu agama.




Posting Komentar untuk "pentingnya Belajar dan kembali kepada tuntunan agama serta membangun pondasi ilmiah dalam belajar"