Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rukun iman ke 2

 


Iman Kepada Malaikat

Kita lanjutkan pembahasan kita tentang rukun iman. Pada pembahasan ini, kita akan berbicara tentang rukun kedua, yaitu iman kepada malaikat.

Iman kepada malaikat, yaitu dengan mempercayai keberadaan mereka dan bahwasanya mereka adalah hamba Allah yang mulia. Mereka diciptakan oleh Allah dari cahaya dan diberikan tugas dengan penuh ketaatan kepadaNya, tidak mendurhakaiNya dan mengerjakan apa saja yang diperintahkan kepada mereka. Allah berfirman,

﴿آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ﴾

Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (QS. al-Baqarah: 285)

Para malaikat adalah hamba Allah yang senantiasa tunduk kepada Allah SWT. Allah berfirman mengenai mereka,

﴿لَا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ﴾

“Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. (QS. al-Anbiya’: 27)

Allah juga berfirman,

﴿لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ﴾

“Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. at-Tahrim: 6)

Di antara dalil yang menyebutkan bentuk penciptaan mereka adalah firman Allah,

﴿ الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ﴾

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan), yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Fathir: 1)

Rasulullah saw juga bersabda,

خُلِقَتِ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ

“Para malaikat itu diciptakan dari api.” (HR. Muslim)

Beliau juga bersabda,

أُذِنَ لِي أَن أُحَدِّثَ عَن مَلَكٍ مِن مَلَائِكَةِ اللهِ مِن حَمَلَةِ الْعَرشِ إِنَّ مَا بَينَ شَحْمَةِ أُذُنِهِ إِلَى عَاتِقِهِ مَسِيرَةُ سَبعِ مِائَةِ عَامٍ

“Aku diizinkan untuk menceritakan salah satu dari malaikat Allah yang bertugas membawa ‘Arsy, sesungguhnya jarak antara daun telinga dan pundaknya sejauh tujuh ratus tahun.” (HR. Abu Daud)

Beberapa dalil menyebutkan nama dan tugas mereka, di antaranya: Jibril ‘alaihissalam, bertugas menyampaikan wahyu. Allah berfirman,

﴿نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ عَلَى قَلْبِكَ﴾

“Ia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan.” (QS. asy-Syu’ara: 193-194)

Berikutnya adalah Mikail ‘alaihissalam, bertugas menurunkan hujan. Israfil ‘alaihissalam, bertugas meniup sangkakala. Malaikat maut ‘alaihissalam, bertugas mencabut nyawa. Selain mereka ada juga malaikat pemelihara, pencatat perbuatan, penjaga surga, penjaga neraka dan lainnya yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah.

Iman kepada malaikat memiliki konsekuensi, yaitu mencintai dan menyayangi mereka. Allah berfirman,

﴿مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ﴾

Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir. (QS. al-Baqarah: 98)

Setiap muslim harus berusaha menghindari sesuatu yang dapat mengganggu dan menyakiti mereka, seperti apa yang disabdakan oleh Nabi saw,

مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ وَالثَّومَ وَالْكَرَّاثَ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسجِدَنَا، فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنهُ بَنُو آدَمَ

“Siapa yang makan bawang merah, bawang putih dan daun bawang, maka janganlah dia mendekati masjid kami, sebab para malaikat merasa terganggu dengan sesuatu yang dapat mengganggu manusia.” (HR. Muslim)

Demikian pula sabda beliau,

لَا يَدْخُلُ الْمَلَائِكَةُ بَيتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلَا صُورَةٌ

“Malaikat tidak memasuki rumah yang di dalamnya ada anjing dan patung.” (HR. Muslim)

Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang beriman kepada malaikat, mencintai mereka dan menghindari sesuatu yang dapat mengganggu mereka. Demikian bahasan kita, insya Allah kita sambung pada pertemuan berikutnya dengan pembahasan tentang rukun ketiga dari rukun iman , yaitu iman kepada kitab-kitab.




DIKUTIP DARI BUKU:

‘Ithru al-Majâlis; Durûs qashîrah fîma la yanbaghi li al-muslim jahluhu

(عطر المجالس: دروس قصيرة فيما لا ينبغي للمسلم جهله)

Penulis:

Turki bin Ibrahim al-Khunaizan

Judul Terjemahan:                                        

‘Ithrul Majâlis; Kajian Singkat Tema-tema Penting Bagi Seorang Muslim

Penerjemah:

Dr. Ahmad Musyaddad Lc. MEI

2 Rabiul Akhir 1445/ 18 oktober 2023

PAGI HARI DIKOTA PONTIANAK


ABI ABDILLAH MUBAROOK

 

Posting Komentar untuk "Rukun iman ke 2"