Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DOSA YANG DENGANNYA ALLAH DIDURHAKAI BAGIAN 2

 


Syirik Kecil

Kita akan melanjutkan pembahasan kita seputar macam-macam kesyirikan. Kali ini, kita akan membahas tentang bagian kedua dari macam-macam kesyirikan, yaitu syirik kecil.

Yang dimaksud dengan syirik kecil adalah segala sesuatu yang dilarang oleh syari’at dari hal-hal yang dapat menjerumuskan kepada syirik besar. Di dalam al-Qur’an dan Sunnah perbuatan ini juga disebut syirik.

Rasulullah saw bersabda,

(( إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيكُم الشِّركُ الأصغَرُ )) قَالُوا: وَمَا الشِّركُ الأصغَرُ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: الرِّيَاءُ، يَقُولُ اللهُ لَهُمْ يَوْمَ يُجَازِي الْعِبَادَ بِأَعْمَالِهِمْ: اِذهَبُوا إِلَى الَّذِينَ كُنتُم تُرَاءُونَ فِي الدُّنْيَا، فَانظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ عِندَهُم جَزَاءً.

“Sesungguhnya hal yang paling aku takuti menimpa kalian adalah syirik kecil” mereka bertanya, “Apakah syirik kecil itu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Riya’. Allah berkata kepada mereka pada hari Dia membalas perbuatan hambaNya, “Pergilah kalian kepada orang-orang yang membuat kalian berbuat riya’ itu. Lihatlah, apakah kalian mendapatkan balasan di sisi mereka.” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Albani)

Riya’ adalah memperbaiki ibadah secara zahir, atau memperlihatkannya, atau memberitahukannya dengan maksud mendapatkan perhatian orang lain dan mendapat pujian dari mereka.

Ada beberapa hal yang juga masuk ke dalam syirik kecil, yaitu sebagai berikut:

1.       Meyakini sesuatu menjadi sebab datangnya manfaat atau tercegahnya mudarat, padahal Allah tidak menjadikannya sebagai sebab hal itu terjadi. Rasulullah saw bersabda,

إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ

“Sesungguhnya jampi-jampi, jimat dan pelet adalah syirik.” (HR. Abu Daud, dishahihkan oleh Albani)

Yang dimaksud ruqyah (jampi-jampi) dalam hadits di atas adalah jampi-jampi yang tidak dapat dipahami maknanya, atau jampi-jampi yang terkandung di dalamnya kesyirikan kepada Allah. Adapun tama’im (jimat) adalah segala sesuatu yang dipakai oleh seseorang atau dikalungkan di tubuh hewan atau diletakkan pada barang-barang dengan keyakinan dapat mencegah penyakit ‘ain atau keburukan lainnya.[1] Sedangkan tiwalah (pelet) adalah sejenis sihir yang diklaim dapat menjadikan pasangan suami istri menjadi semakin saling mencintai.

2.       Syirik dalam ucapan, seperti bersumpah dengan selain Allah. Begitu juga ungkapan, “Jika Allah menghendaki dan engkau juga menghendaki” dan “Kalau bukan karena Allah dan karena si Fulan” dan lain sebagainya. Rasulullah saw bersabda,

مَنْ حَلَفَ بِغَيرِ اللهِ فَقَدْ كَفَرَ أَوْ أَشرَكَ

“Siapa yang bersumpah dengan selain Allah, maka dia telah kufur atau syirik.” (HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Albani)

Nabi saw juga bersabda,

لَا تَقُولُوا: مَا شَاءَ اللهُ وَشَاءَ فُلَانٌ وَلَكِنْ قُولُوا: مَا شَاءَ اللهُ ثُمَّ شَاءَ فُلَانٌ

“Janganlah kalian mengatakan, “Jika Allah menghendaki dan si Fulan juga menghendaki” tapi katakanlah, “Jika Allah menghendaki, kemudian si Fulan menghendaki.” (HR. Abu Daud dan Nasa’i, dishahihkan oleh Albani)

Semoga Allah mengaruniai kita keikhlasan dan amal yang baik, serta menyelamatkan kita dari riya’, sedikit maupun banyak. Demikian pembahasan kali ini, insya Allah pada pembahasan berikutnya kita akan berbicara tentang rukun kedua dari rukun iman, yaitu iman kepada malaikat.



[1] Disebut tamimah karena mereka meyakini barang tersebut dapat menyempurnakan urusan dan membuat mereka terpelihara.






DIKUTIP DARI BUKU:

‘Ithru al-Majâlis; Durûs qashîrah fîma la yanbaghi li al-muslim jahluhu

(عطر المجالس: دروس قصيرة فيما لا ينبغي للمسلم جهله)

Penulis:

Turki bin Ibrahim al-Khunaizan

Judul Terjemahan:                                        

‘Ithrul Majâlis; Kajian Singkat Tema-tema Penting Bagi Seorang Muslim

Penerjemah:

Dr. Ahmad Musyaddad Lc. MEI

1 Rabiul Akhir 1445/ 17 oktober 2023

PAGI HARI DIKOTA PONTIANAK


ABI ABDILLAH MUBAROOK

Posting Komentar untuk "DOSA YANG DENGANNYA ALLAH DIDURHAKAI BAGIAN 2"